Cara mendeteksi penyakit paru-paru


Hallo sobat, Gimana kabar nya? Baik - baik saja bukan. Oh ya, jika kamu sedang menghadapi masalah atau lagi galau gak ada kerjaan? Kamu dapat menyimak artikel kemarin dengan judul Cara mendeteksi penyakit malaria semoga bisa menyelesaikan masalah sehari - hari kamu.

Namun jika artikel kemarin belum bisa memberikan solusi terbaik buat kamu, jangan kuatir, MENDETEKSI.COM sudah menyiapkan artikel terbaru untuk kamu. Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa di share jika nanti teman, kerabat atau keluarga kita juga mengalami masalah yang sama, kamu tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Disini tinggal baca dan mempraktekan.

Baca artikel : INILAH!! Cara mendeteksi penyakit paru-paru terbaru

Cara mendeteksi penyakit paru-paruCara mendeteksi penyakit paru-paru – Penyakit Paru-paru adalah penyakit menular yang bisa disembuhkan. Bagi penderita penyakit ini dianjurkan untuk meminum obat selama 6 bulan setiap hari tanpa putus, yang tentunya sesuai dengan petunjuk dokter. Yang tujuannya adalah agar basil penyebab penyakit paru bisa dibunuh secara tuntas.

Paru-paru adalah salah satu organ tubuh manusia yang sangat vital, yang dengannya kita bisa bernafas. Jadi fungsi paru-paru adalah sebagai alat pernafasan. Bernafas adalah suatu proses menghirup dan mengeluarkan udara, dalam hal ini menghirup oksigen (O2) dan membuang karbon dioksida (CO2). Paru-paru itu ada 2 yaitu paru kanan dan paru kiri, keduanya terletak di rongga dada.

Pada saat kita bernafas, Oksigen masuk ke saluran napas dan kantong udara di paru. Oksigen di kantong udara ini diserap oleh sel darah merah di pembuluh darah kecil, oksigen akan berikatan dengan hemoglobin (Hb) berfungsi sebagai bahan bakar metabolisme sel, suatu proses dasar dari kehidupan manusia. Selain oksigen yang dihirup dalam proses pernapasan dikeluarkan atau dibuang ke udara bebas karbon dioksida, suatu zat sisa metabolisme yang terjadi pada sel manusia.

Kali ini saya akan memberikan Ulasan tentang bagaimana Cara mendeteksi penyakit paru-paru dan Solusi Penanganannya.

Penyebab Kanker Paru-Paru

Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% pada wanita. Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin besar resiko untuk menderita kanker paru-paru. Hanya sebagian kecil kanker paru-paru (sekitar 10%-15% pada pria dan 5% pada wanita) yang disebabkan oleh zat yang ditemui atau terhirup di tempat bekerja. Bekerja dengan asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok.
Peranan polusi udara sebagai penyebab kanker paru-paru masih belum jelas. Beberapa kasus terjadi karena adanya pemaparan oleh gas radon di rumah tangga. Kanker paru-paru termasuk sulit dideteksi secara dini. Tetapi, ada beberapa hal yang dapat diwaspadai sebagai deteksi awal gejala kanker paru.

Deteksi Awal Kanker Paru-paru

Gejala kanker paru-paru tergantung kepada jenis, lokasi dan cara penyebarannya. Biasanya gejala utama adalah batuk yang menetap atau tidak sembuh-sembuh selama berminggu-minggu.  Penderita bronkitis kronis yang menderita kanker paru-paru seringkali menyadari bahwa batuknya semakin memburuk, dahak bisa mengandung darah. Jika kanker tumbuh ke dalam pembuluh darah dibawahnya, bisa menyebabkan perdarahan hebat. Kanker bisa menyebabkan bunyi mengi karena terjadi penyempitan saluran udara di dalam atau di sekitar tempat tumbuhnya kanker.
Penyumbatan bronkus bisa menyebabkan kolaps pada bagian paru-paru yang merupakan percabangan dari bronkus tersebut, keadaan ini disebut atelektasis. Akibat lainnya adalah pneumonia dengan gejala berupa batuk, demam, nyeri dada dan sesak nafas. Jika tumor tumbuh ke dalam dinding dada, bisa menyebabkan nyeri dada yang menetap. Gejala yang timbul kemudian adalah hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan dan kelemahan. Kanker paru seringkali menyebabkan penimbunan cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura), sehingga penderita mengalami sesak nafas. Jika kanker menyebar di dalam paru-paru, bisa terjadi sesak nafas yang hebat, kadar oksigen darah yang rendah dan gagal jantung.
Kanker bisa tumbuh ke dalam saraf tertentu di leher, menyebabkan terjadinya sindrom Horner, yang terdiri dari penutupan kelopak mata, pupil yang kecil, mata cekung dan berkurangnya keringat di salah satu sisi wajah. Kanker di puncak paru-paru bisa tumbuh ke dalam saraf yang menuju ke lengan sehingga lengan terasa nyeri, mati rasa dan lemah. Kerusakan juga bisa terjadi pada saraf pita suara sehingga suara penderita menjadi serak.
Kanker bisa tumbuh secara langsung ke dalam kerongkongan, atau tumbuh di dekat kerongkongan dan menekannya, sehingga terjadi gangguan menelan. Kadang terbentuk saluran abnormal (fistula) diantara kerongkongan dan bronki, menyebabkan batuk hebat selama proses menelan berlangsung, karena makanan dan cairan masuk ke dalam paru-paru. Kanker paru-paru bisa tumbuh ke dalam jantung dan menyebabkan irama jantung yang abnormal, pembesaran jantung, penimbunan cairan di kantong perikardial.
Kanker juga bisa tumbuh di sekitar vena kava superior. Penyumbatan vena ini menyebabkan darah mengalir kembali ke atas, yaitu ke dalam vena lainnya dari bagian tubuh sebelah atas dimana vena di dinding dada akan membesar; wajah, leher dan dinding dada sebelah atas (termasuk payudara) akan membengkak dan tampak berwarna keunguan. Keadaan ini juga menyebabkan sesak nafas, sakit kepala, gangguan penglihatan, pusing dan perasaan mengantuk. Gejala tersebut biasanya akan memburuk jika penderita membungkuk ke depan atau berbaring.
Kanker paru-paru juga bisa menyebar melalui aliran darah menuju ke hati, otak, kelenjar adrenal dan tulang. Hal ini bisa terjadi pada stadium awal, terutama pada karsinoma sel kecil. Gejalanya berupa gagal hati, kebingungan, kejang dan nyeri tulang; yang bisa timbul sebelum terjadinya berbagai kelainan paru-paru, sehingga diagnosis dini sulit ditegakkan.
Beberapa kanker paru-paru menimbulkan efek di tempat yang jauh dari paru-paru, seperti kelainan metabolik, kelainan saraf dan kelainan otot (sindroma paraneoplastik). Sindroma ini tidak berhubungan dengan ukuran maupun lokasi dari kanker dan tidak selalu menunjukkan bahwa kanker telah menyebar keluar dada; sindroma ini disebabkan oleh bahan yang dikeluarkan oleh kanker. Gejalanya bisa merupakan petanda awal dari kanker atau merupakan petunjuk awal bahwa kanker telah kembali, setelah dilakukannya pengobatan. Salah satu contoh dari sindroma paraneoplastik adalah sindroma Eaton-Lambert, yang ditandai dengan kelemahan otot yang luar biasa. Contoh lainnya adalah kelemahan otot dan rasa sakit karena peradangan (polimiositis), yang bisa disertai dengan peradangan kulit (dermatomiositis).
Beberapa kanker paru-paru melepaskan hormon atau bahan yang menyerupai hormon, sehingga terjadi kadar hormon yang tinggi. Karsinoma sel kecil menghasilkan kortikotropin (menyebabkan sindroma Cushing) atau hormon antidiuretik (menyebabkan penimbunan cairan dan kadar natrium yang rendah di dalam darah). Pembentukan hormon yang berlebihan juga bisa menyebabkan sindroma karsinoid, yaitu berupa kemerahan, bunyi nafas mengi, diare dan kelainan katup jantung. Karsinoma sel skuamosa melepaskan bahan menyerupai hormon yang menyebabkan kadar kalsium darah sangat tinggi.
Sindroma hormonal lainnya yang berhubungan dengan kanker paru-paru adalah pembesaran payudara pada pria (ginekomastia), kelebihan hormon tiroid (hipertiroidisme), perubahan kulit (kulit di ketiak menjadi lebih gelap). Kanker paru-paru juga bisa menyebabkan perubahan bentuk jari tangan dan jari kaki dan perubahan pada ujung tulang-tulang panjang, yang bisa terlihat pada rontgen.
Bagi beberapa orang kebiasaan mengupil mungkin dianggap kebiasaan buruk atau menjijikkan. Namun biarpun terkesan jorok, kebiasaan mengupil merupakan salah satu metode terbaru yang ditemukan oleh Dr. Christina Anderlind dari Boston University Medical Center untuk mendeteksi kanker paru-paru secara dini, terutama bagi para perokok. Untuk mendeteksi dengan metode ini hanya bisa dilakukan oleh dokter dengan menggunakan peralatan khusus.
Pada penelitiannya ditemukan adanya perubahan 170 gen pada lapisan dalam hidung para perokok yang menderita kanker paru-paru dibandingkan mereka yang sehat. Cara ini dianggap lebih mudah dan praktis bila dibandingkan dengan pengambilan sampel jaringan melalui injeksi atau pembedahan di jaringan paru-paru yang menyakitkan. Apalagi cara ini memiliki tingkat akurasi yang sama.
Jika seseorang (terutama perokok) mengalami batuk yang menetap atau semakin memburuk atau gejala paru-paru lainnya, maka terdapat kemungkinan terjadinya kanker paru-paru. Kadang petunjuk awalnya berupa ditemukannya bayangan pada rontgen dada dari seseorang yang tidak menunjukkan gejala. Rontgen dada bisa menemukan sebagian besar tumor paru-paru, meskipun tidak semua bayangan yang terlihat merupakan kanker.
Selain itu, pemeriksaan mikroskopik dari contoh jaringan, yang kadang berasal dari dahak penderita (sitologi dahak) dapat dijadikan petunjuk awal. Untuk mendapatkan jaringan yang diperlukan,dilakukan bronkoskopi.
CT scan bisa menunjukkan bayangan kecil yang tidak tampak pada foto rontgen dada dan bisa menunjukkan adanya pembesaran kelenjar getah bening. Untuk mengetahui adanya penyebaran ke hati, kelenjar adrenal atau otak, dilakukan CT scan perut dan otak.
Semua tanda-tanda tersebut harus diperiksa ke dokter. Bila Anda jelas perokok aktif, nyeri dada, batuk-batuk terus, apalagi disertai darah, itu kemungkinan besar gejala kanker paru-paru karena lebih dari satu atau dua tanda. Kanker paru-paru semakin cepat dideteksi, maka semakin besar pula peluang kesembuhan penderita. Begitupun sebaliknya, jika terlambat mengetahui, maka semakin kecil pula harapan untuk sembuh.

Cara pencegahan penyakit paru-paru :

  • Makan makanan yang bergizi untuk menguatkan daya tahan tubuh
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung seng (zinc)
  • Hindari pola hidup tidak sehat, seperti merokok dan meminum minuman beralkohol
  • Pola makanan yang sehat dan teratur
  • Buat sirkulasi udara yang baik di rumah

Terima kasih sudah membaca tips dan tutorial dari kami. Jika artikel dengan judul " Cara mendeteksi penyakit paru-paru terbaru " tidak sesuai dengan yang anda cari, anda dapat menuliskan cara mendeteksi, kelemahan, kekurangan pada kolom pencarian yang sudah tersedia. Maka mesin pencarian kami akan dengan sangat cepat menampilkan beberapa tutorial ataupun tips yang sesuai dengan kata kunci pencarian anda.

Cara mendeteksi penyakit paru-paru terbaru